Dispendukcapil Masuk 6 Besar KIPP Kabupaten Grobogan 2021

By Gunawan Sapto 20 Des 2021, 08:11:27 WIB Kegiatan
Dispendukcapil Masuk 6 Besar KIPP Kabupaten Grobogan 2021

Keterangan Gambar : Dispendukcapil Saat Sesi Presentasi dan Tanya Jawab di depan Tim Juri


(Purwodadi, 16/12/2021) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan dinyatakan lolos 6 (enam) Inovasi Terbaik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2021 dari 19 OPD yang mengirimkan proposal inovasi, serta masuk ke tahap selanjutnya, yaitu presentasi dan wawancara dihadapan Tim Juri yang diselenggarakan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Grobogan Lantai 2.

Hadir dalam acara tersebut Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Kasi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian serta Kasi Inovasi Pelayanan. Adapun selaku juri adalah Drs. R. Slamet Santoso, M.Si (Akademisi Administrasi Publik), Rosihan Widi Nugroho, S.AP (Direktur PATTIRO Semarang) dan Mustafa, ST,.MM, M.Kom (Akademisi Teknologi Industri Unissula). Acara difasilitasi oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Grobogan.

Dalam paparannya, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil menyampaikan Inovasi “Beramal” yaitu Berikan Akta Kelahiran dan Akta Kematian bekerjasama dengan Pertugas Registrasi Desa melalui WAG layanan akta kelahiran dan akta kematian merupakan inovasi yang berangkat dari prinsip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang selalu berupaya memberikan pelayanan prima bagi masyarakat, dimana pada saat Pandemi Covid 19 mengalami hambatan karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar sehingga layanan tatap muka pada saat itu ditutup. Layanan dokumen kependudukan cukup diajukan ke Kantor Desa/ Kelurahan sehingga masyarakat tidak perlu datang jauh ke Kantor Pelayanan Dispendukcapil, sehingga selain mendapatkan efisiensi waktu dan biaya perjalanan, penduduk juga dapat meminimalisir kerumunan di kantor pelayanan Dispendukcapil.

Dengan segala kemudahan baik dari segi proses pengajuan bagi pemohon, maupun dalam hal penyediaan sarana prasarana bagi Petugas Registrasi Desa, inovasi ini telah dijalankan oleh 267 dar 280 desa dan memungkinkan untuk diadopsi oleh Kabupaten/ Kota lain.

Pada sesi tanya jawab, para juri mengajukan beberapa pertanyaan seputar data pencapaian atas pelaksanaan inovasi beramal, komitmen pimpinan terhadap keberlangsungan inovasi, transferabilitas inovasi, serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk keberlangsungan inovasi, baik dari sosialisasi, monitoring dan evaluasi maupun konsistensi pelaksanaan inovasi. Dan atas pertanyaan tersebut telah diberikan jawaban oleh Kepala Bidang maupun Kepala Seksi yang hadir.