Program 1.000 Akte Kelahiran Desa Kalisari

By Gunawan Sapto 26 Jul 2022, 15:29:24 WIB Kegiatan
Program 1.000 Akte Kelahiran Desa Kalisari

Keterangan Gambar : Kepala Dispendukcapil Kabupaten Grobogan, Achmad Basuki Mulyono, S.Sos, MM berfoto bersama warga yang telah menerima Akta Kelahiran


(Purwodadi), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan, Achmad Basuki Mulyono, S.Sos, MM secara simbolis menyerahkan Akta Kelahiran kepada perwakilan warga desa Kalisari pada acara Penyerahan Akta Kelahiran dalam rangka Program 1.000 Akta Kelahiran di Desa/ Kelurahan, Kabupaten Grobogan yang bertempat di Balai Desa Kalisari Kecamatan Kradenan (Kamis, 25/07/2022).

Hadir juga dalam acara  tersebut Sukiswanto, S.Sos,MA selaku Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil beserta tim dan Camat Kradenan Sri Suhartini ,S.Sos beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Achmad Basuki Mulyono menjelaskan Program 1.000 Akta Kelahiran di Desa/ Kelurahan Kabupaten Grobogan merupakan upaya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Grobogan dalam peningkatan dan percepatan kepemilikan akta kelahiran, bekerjasama dengan Desa/ Kelurahan, sehingga warga desa tidak perlu melakukan pengajuan Akta Kelahirannya, karena seluruh  data dukung telah dipenuhi oleh Perangkat Desa setempat. Program ini merupakan kali kedua yang dilakukan Dispendukcapil Kabupaten Grobogan, setelah sebelumnya di laksanakan di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dispendukcapil Grobogan juga menekankan pentingnya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) bagi warga, sehingga setiap warga diharapkan memiliki kesadaran untuk update data dengan selalu melaporkan setiap terjadi peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.

Dalam acara di desa Kalisari tersebut, Dispendukcapil menyerahkan 1.700 akte kelahiran bagi penduduk dengan katagori usia 40 sampai 90 tahun. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) tahun 2021 Semester 2, cakupan kepemilikan akte kelahiran di Kabupaten Grobogan sekitar 42,48 % , sementara untuk akta kelahiran usai 0-18 tahun telah mencapai 95,42%. (G7i)